Rabu, 20 April 2016

Thaty Balasteng

Perempuan dalam Cengkraman Kapitalisme
Siapa yang tak kenal kapitalisme, mereka semacam hantu-hantu yang selalu menggorogoti Negara. Mereka sebenarnya adalah ancaman bagi kita. Tapi, kita tak sadar akan hal itu. Kapitalisme ibarat perakus hendak memakan yang bukan miliknya. Terlalu banyak kapitalis yang berkeliaran di negeri ini. Lalu kita semacam diam dalam realitas. Di sana para kapitalis telah merampas hasil sumberdaya alam  negeri ini. Di sana kapitalis telah menguras habis-habisan hasil alam milik kita. Sesungguhnya kapitalisme hendak menindas rakyat, tetapi sekali lagi ditegaskan kita tak sadar akan hal itu.
Pada era modern saat ini, perkembangan kapitalisme sangat pesat mulai dilihat dari produk-produk yang coba diekspansi pada daerah tertentu. Terutama untuk kalangan perempuan, prodak kapitalis yang mempercantik perempuan dengan tubuh yang seksi diakibatkan oleh hasil produksi produk kecantikan. Ini merupakan hal yang tak lazim lagi bagi perempuan yang ingin wajah dan tubuhnya terlihat seksi sehingga  pola pikir kita pun  berubah. Yang itu sangat berpengaruh terhadap life stayl gerwani-gerwani muda saat ini. Sehingga sangat pantas jika dikatakan bahwa kita berada di bawah cengkraman kapitalisme. Peran-peran kapitalisme sangat berpengaruh pesat di kalangan gerwani di zaman era globalisasi saat ini. Lalu di manakah peran perempuan saat ini untuk membendung hal ini?
            Dalam kaitannya di atas kapitalis tidak hanya memodifikasi tubuh perempuan saja. Akan tetapi ketika perempuan yang bekerja di suatu produk pun, pakaian yang digunakan perempuan harus terlihat seksi, sehingga merangsang perhatian kaum lelaki. Dengan tujuan agar hasil jualan produk laris terjual. Contohnya, Kota Ternate banyak perempuan-perempuan yang bekerja di salah satu pabrik rokok dengan menggunakan pakaian yang seksi memperlihatkan tubuh, agar barang yang diproduksi terjual habis. Ini adalah kerja-kerja kapitalis untuk mengembangkan nilai modal miliknya lewat pasar. Maka  semestinya  gerwani melihat dengan kasat mata soal penindasan dan penghisapan yang dilakukan kaum kapitalis. Di samping itu pula pemerkosaan dan pelecehan terjadi di mana-mana. Ini juga bagian daripada ulah kapitalis dengan produknya yang genjar tersebar di wilayah-wilayah Indonesia dan lebih khususnya di Kota Ternate. Lalu di manakah peran perempuan untuk membendung hal ini?
Kiranya sudah saatnya perempuan turun ke jalan utuk  membentuk barisan solidaritas dan lawan sistem kapitalisme. Sudah saatnya perempuan meneriakan soal realitas sosial yang memang terjadi saat ini dan sudah seharusnya perempuan gerwani muda bersatu, menjadikan Kota Ternate sebagai kota yang bebas dari penindasan dan penghisapan atas perempuan.










1 komentar:

  1. carilah penempatan yang benar dinda untuk membentuk barisan,,

    BalasHapus